¿©±â´Â È«ÀçÈñÀÇȨÇÇÀÔ´Ï´ç.¤»
¿ì¾Æ¿µ 

À̼ö¹Ì 
3Çгâ 

°­°æ¼® ±³¼ö´Ô 


<3¿ù µÎ¹øÂ° °úÁ¦¹°>
Perjalanan ke Barat
¼­ÂÊÀ¸·ÎÀÇ ¿©Çà

HARI BESAR itu akhirnya tiba. Waktunya telah tiba untuk meninggalkan tanah airku dan keluargaku.
°á±¹ ±× ÈÞÀÏÀÌ µ¹¾Æ¿Ô´Ù. ³ªÀÇ Á·±¹°ú °¡Á·À» ³²±â°í ÀÌ¹Ì µ¹¾Æ¿Ã¶§ÀÌ´Ù.

Semua orang datang ke bandara untuk mengantarkan keberangkatanku. 
Ada banyak yang datang: saudara-saudariku dan keluarga mereka masing-masing 
serta teman-teman.
³ªÀÇ Ãâ¹ßÀ» µ¥·Á´Ù ÁÖ±âÀ§ÇØ ¸¹Àº »ç¶÷µéÀÌ °øÇ×À¸·Î ¿Ô´Ù.
:³ªÀÇ ÇüÁ¦µé °¡Á· ±×µé °¢°¢ ¶ÇÇÑ Ä£±¸µé°ú

 Kerumunan besar dengan muka yang sedih. Ibukulah yang tersedih dari semuanya. 
½½Ç¾󱼷Π¸¹ÀÌ ¸ð¿´´Ù.  ¸ðµÎÁß¿¡ °¡À彽Ǡ¾î¸Ó´Ï¿´´Ù.

Ia menangis dan menyatakan cintanya terus-menerus. 
Aku adalah anak kesayangannya.
 Lagi pula aku adalah anak lelakinya satu-satunya. 
±×³à´Â °è¼ÓÇØ¼­ ¿ï°í »ç¶ûÀ» Ç¥ÇöÇÏ¿´´Ù. ³ª´Â »ç¶û½º·± ¾ÆÀÌ¿´°í °Ô´Ù°¡ ³ª´Â ¿Üµ¿¾ÆµéÀÌ¿´´Ù.

Ikatan keluarga sangat kuat di Iran. Kami selalu saling mengunjungi.
À̶õ¿¡¼­´Â ¸Å¿ì °¡Á·¾Ö°¡ °­ÇÏ´Ù. ¿ì¸®´Â ÀÚÁÖ ¼­·Î ¹æ¹®ÇÑ´Ù. 

Kunjungan sangat terbatas pada hari-hari kerja, namun pada hari Jum'at kami 
akan mengunjungi seseorang atau mendapat tamu. 
ÀÏÇÏ´Â ³¯¿¡´Â ¹æ¹®ÀÌ Á¦ÇѵÇÁö¸¸ ±×·¡µµ ±Ý¿äÀÏ¿£ ´©±¸µçÁö ÃÊ´ëÇÏ°í ¼Õ´ÔÀ» ¸ÂÀÌÇÑ´Ù.

Kami akan bermain, berkelakar, tertawa, minum chai banyak-banyak, dan banyak makan-minum masakan Persia. 
¿ì¸®´Â ³î°í,³ó´ãÀ» Çϰí, ¿ô°í.¸¹ÀÌ Â÷µµ¸¶½Ã°í Æä¸£½Ã¾ÆÀ½½Äµµ ¸Ô°í ¸¶½Å´Ù.

Pembicaraan umumnya berpusat pada orang-orang yang tidak hadir, suatu kebiasaan yang umum di Iran. 
ÀϹÝÀû Âü¼®ÇÏÁö ¾ÊÀº »ç¶÷µéÀ» Áß½ÉÀ¸·Î À̾߱âÀ»ÇÑ´Ù. À̶õ¿¡¼­ ÀϹÝÀûÀÎ °ü·ÊÀÌ´Ù.

Kami tidak pernah berbicara tentang politik atau cuaca atau yang lain seperti itu. 
¿ì¸®´Â ÀÌó·³ Á¤Ä¡³ª ³¯¾¾¿¡´ëÇØ À̾߱âÇÑÀûÀ̾ø´Ù.


Di atas semua itu ada begitu banyak keluarga kami sedemikian 
hingga kami dapat membuat kota kecil atau suku tersendiri.
À§¿¡¿Í °°ÀÌ ¿ì¸®´Â °í¸³µÈ´Ù¸®°Å³ª ÀÛÀº ¸¶À»À» ¸¸µé¼ö ÀÖÀ»¶§±îÁö±×¿Í °°ÀÌ ¸¹Àº °¡Á·ÀÌ ÀÖ´Ù.

 Adalah tidak sukar menjadi keluarga yang erat seperti kami. 
¿ì¸®¿Í °°ÀÌ Ä£¹ÐÇÑ °¡Á·À̵DZâ´Â ¾î·ÆÁö ¾Ê´Ù.

Sebagai saudara termuda aku menerima perhatian lebih dan cinta dari saudara-saudariku yang lain. 
ÇüÁ¦¿¡¼­ °¡Àå ¾î¸° ³ª´Â ´Ù¸¥ ÇüÁ¦Àڸŵé·Î ºÎÅÍ »ç¶û°ú °ü½ÉÀ» ¹Þ¾Ò´Ù.

Aku selalu di seputar mereka dan tidaklah mudah untuk meninggalkan
 mereka semua serta pergi ke negara asing, menjadi orang asing, dan sendirian. 
ÇÑÆíÀ¸·Î ³ª´Â Á¾Á¾ ±×µé°ú³²±â±â°¡ ½¬±â¾Ê´Ù.¶ÇÇÑ ¿Ü±¹À» °¡°Å³ª ¿Ü±¹ÀÎÀ̵ǰųª ±×¸®°í Ȧ·Î.


Meskipun dengan hati berat untuk meninggalkan keluargaku, ada rasa gembira di dalam hatiku.
ºñ·Ï °¡Á·À» µÎ°í ¶°³ªÁö¸¸ ³ªÀÇ ¸¶À½ ¾È¿¡´Â ±â»¼´Ù.

 Pergi ke dunia yang lain dan mempelajari sesuatu yang baru itu
 sangat menggembirakan hati dan aku merasa pasti akan bebas dari tekanan ayahku.
´Ù¸¥ ³ª¶ó¿¡ °¡°í »õ·Î¿î ¾î¶²¹è¿ì´Â°Íµµ ¸Å¿ì Áñ°Ü¿ü°í ±×¸®°í ³ª´Â ²À ¾Æ¹öÁöÀÇ ¾Ð¹Ú¿¡¼­ ÀÚÀ¯·Î¿öÁö´Â ´À³¦ÀÌ¿´´Ù.

 Aku ingin berdiri di atas kakiku sendiri dan membuktikan bahwa aku dapat berbuat sesuatu untuk hidupku. 
³ª´Â ½º½º·Î ¼º°øÇÏ±æ¿øÇß°í ³ªÀÇ »î¿¡ ¾î¶² ¹º°¡¸¦ ¸¸µé¼ö ÀÖ´Ù´Â Áõ¸íÇÏ°í ½Í±âµµ Çß´Ù.


Ada banyak orang Amerika di dalam pesawat yang meninggalkan Iran, mereka pulang ke rumahnya. 
À̶õÀ» ¶°³ª´Â ºñÇà±â¾È¿¡´Â ¹Ì±¹ÀÎÀÌ ¸¹ÀÌ ÀÖ¾ú´Ù. ±×µéÀº ÁýÀ¸·Î µ¹¾Æ°¡´Â ±æÀÌ´Ù. 





<3¿ùù¹øÂ° °úÁ¦¹°>

 
HAKIM ===== 
Seorang pencuri yang baru saja tertangkap basah sedang berusaha membobol rumah seorang warga nyaris dipukuli habis-habisan oleh penduduk sekitar. 
Untung saja seorang pendeta yang sangat berpengaruh di desa itu lewat.
ÁýÀ»ºÎ¼ö´ø ÇöÀå¿¡¼­ ÀâÈù °­µµ´Â ÁÖº¯Áֹε鿡ÀÇÇØÁ×µµ·Ï ¸Â°íÀÖ¾ú´Ù. ¿îÁÁ°Ôµµ ¸¶À»¿¡¼­ ¿µÇâ·ÂÀÖ´Â ÇѸñ»ç°¡ Áö³ª°¬½À´Ï´Ù.
 Pendeta : "Haii ... stooopp .... !! Ada apa ini ???" 
 ¸ñ»ç: ¾È³çÇϼ¼¿ä.±×¸¸Çϼ¼¿ä.¹¹Çϴ°̴ϱî???
Penduduk (1) : "Ini lho Pak Pendeta, orang ini ketahuan mau membobol rumah Ibu Ratri!" 
 ÁÖ¹Î1: ¸ñ»ç´Ô.ÀÌ»ç¶÷Àº ¶óÆ®¸®ºÎÀÎÁýÀ» ºÎ½½·Á°íÇß½À´Ï´Ù.
Penduduk (2) : "Iya Pak, dia harus dikasih pelajaran supaya kuapookkk!!"
 ÁÖ¹Î2: ¸ñ»ç´Ô.±×´Â »ç¶÷À̵ǵµ·Ï ÁÖÀǸ¦ Áà¾ßÇÕ´Ï´Ù.
 Pendeta : "Yaaaa ... tapi mbok diselesaikan dengan cara damai dan kekeluargaan gitu lhoo ... jangan main hakim sendiri."
 ¸ñ»ç: ±×·¸Áö¸¸ ¾ÆÁÖ¸Ó´Ï. ÆòÈ­ÀûÀ̰í ÀεµÀûÀιæ¹ýÀ¸·Î ÇØ°áÇØ¾ßÁÒ.ÀçÆÇ³îÀÌÇÏÁö¸¶¼¼¿ä.
 Penduduk (3) : "Lhoooo ... siapa yang bilang kita main hakim sendiri Pak Pendeta? Lha wong kita main hakimnya rame-rame kok ...."  
 ÁÖ¹Î3: ´©°¡ÀçÆÇ³îÀÌÀ» ÇÑ´ä´Ï±î?? ¿©·µÀ̼­ ¹«½¼ ÀçÆÇ³îÀ̸¦ Çմϱî?





MEMBERI ======= 
Seorang mantan lintah darat telah bertobat dan ingin membagikan sebagian hartanya.
Àü °í¸®´ë±Ý¾÷ÀÚ´Â ¹Ý¼ºÇÏ°í ¸¶À½À¸·Î ¿øÇß´Ù.
 Ia berkeluh kesah kepada seorang pendeta. 
±×´Â ¸ñ»ç¿¡°Ô ºÒÆòÇÏ¿´´Ù.
"Pak Pendeta lihat rumahku penuh makanan dan pintuku terbuka lebar tetapi tak ada tetangga yang mau datang. Padahal, aku yakin mereka tidak punya persediaan makanan 
yang cukup di musin dingin ini."
¸ñ»ç´Ô ³ªÀÇÁý¿¡´Â ¾ç½ÄÀ¸·Î °¡µæÂ÷ÀÖ°í ´ë¹®ÀÌȰ¦¿­·ÁÀÖÁö¸¸. ¼Õ´ÔÀÌ ¿ÀÁö¾Ê½À´Ï´Ù.
¹®Á¨ ³ª´Â È®½ÇÈ÷ ±×µéÀÌ °Ü¿ï¿¡ ±×µéÀÌÀúÀåµÈ¾ç½ÄÀÌ ¾ø´Ù´Â°É ¾Ë°í ÀÖ½À´Ï´Ù.
 "Bagus sekali perbuatan saudara, tetapi lihatlah anjingmu itu." 
ÁÁ¾Æ¿ä. ÇüÁ¦ÀÇÇൿÀº .±×·¯³ª Àú°³¸¦ º¸¼¼¿ä.
"Ya, ada apa dengan anjing saya, pak Pendeta?"
³×.³»°³¿Í ÀÖ½À´Ï´Ù.
 "Ia selalu menjaga pintumu dan "tersenyum" kepada setiap orang yang mau masuk,
 sehingga semua lari ketakutan melihat taringnya!!"  
±×´Â Ç×»ó ³ÊÀÇ ÁýÀ» Áöŵ´Ï´Ù. µé¾î¿À±æ ¿øÇÏ´Â »ç¶÷µé¿¡°Ô Àú µÎ·Á¿î »ÏÁ·ÇÑ À̸¦ º¸À̸ç Ȱ¦ ¹Ì¼Ò¸¦ Áþ½À´Ï´Ù.//


PENCAK SILAT ============
Satu ketika teman saya pulang kerja, tapi ia salah memasukkan nomor alarm karena lupa.
Çѳ¯ Ä£±×°¡ Åð±ÙÇÒ¶§¿´´Ù. ÇÏÁö¸¸ ±×Ä£±¸´Â ºñ¹Ð¹øÈ£¸¦ Àؾî¹ö·Á À߸øÀÔ·ÂÇÏ¿´´Ù.
 Tiba-tiba polisi datang, karena nomor yang dimasukkan salah maka alarm secara otomatis langsung terhubung ke 911.
°©Àڱ⠰æÂûÀÌ µéÀÌ´ÚÄ¡°í ¿Ö³ÄÇϸé À߸øµÈ ºñ¹Ð¹øÈ£¸¦ ÀÔ·ÂÇϸé ÀÚµ¿À¸·Î º§ÀÌ ¿ï¸®°í °ð¹Ù·Î 911¿¡ ÀüÈ­µÇ±â ¶§¹®ÀÌ´Ù.
 Polisi bertanya dari mobilnya sambil senapan diarahkan kepada teman saya, katanya,"Where do you come from, Sir?" 
°æÂûÀº Â÷¿¡¼­ ÃÑÀ» Ä£±¸ÂÊÀ¸·Î °Ü´©¸é¼­ ¹°¾îº¸¾Ò´Ù.¡°¾îµðÃâ½ÅÀΰ¡¡±
Teman saya menjawab, "Indonesia Sir!"
³»Ä£±¸´Â ´ë´äÇß´Ù.Àεµ³×½Ã¾Æ¿ä.
 Kebetulan si polisi ini waktu ia dinas di California sempat belajar pencak silat sama orang indonesia. Kemudian polisi ini bertanya, 
"Do you know pencak silat?" 
°æÂûÀº ±×°¡ ͏®Æ÷´Ï¾Æ°üû¿¡¼­ Àεµ³×½Ã¾Æ »ç¶÷¿¡°Ô pencak silat À» ¹è¿îÀûÀÌÀÖ¾ú´Ù.
±×´ÙÀ½ °æÂûÀº ¹°¾ú´Ù.¡°pencak silatÀ»¾Ë¾Æ¿ä??¡±
"Yes, Sir!" teman saya menjawab sambil ketakutan, 
¿¡. ³ªÀÇ Ä£±¸´Â µÎ·Á¿ì¸ç ´ë´äÇß´Ù.
"PANCASILA: Satu, Ketuhanan Yang Mahaesa, Dua .... (dst.)"  
1Àº »çÇÏ¿¡¸¶´Â Çϳª´Ù.....2´Â....




BERTOBATLAH ===========
 Di suatu hari, seorang kepala sekolah kebetulan tidak langsung pulang karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. 
¾î´À³¯ ±³ÀåÀº ÀÏÀ» ´Ù ³¡³»¾ß Ç߱⠶§¹®¿¡ °ð¹Ù·Î µ¹¾Æ°¡Áö ¾Ê¾Ò´Ù.
Karena lelah, ia pergi berjalan-jalan ke kebun dan melihat sekumpulan murid sekolah itu sedang berkerumun sehingga mengundang kecurigaan kepala sekolah ini.
ÇǰïÇ߱⠶§¹®¿¡ Á¤¿øÀ¸·Î »êÃ¥À» Çß°í ÇлýµéÀ̸ð¿©ÀÖ¾ú´Ù.
 Padahal, baru seminggu yang lalu mereka itu dihukum karena tertangkap basah 
mencuri buah-buahan dari kebun sekolah.
´õµÏÀÌ 1ÁÖÀÏÀü¿¡ ±×µéÀº ±³³»È­´Ü¿¡¼­ °úÀϵéÀ» ÈÉÄ¡´Ù ÇöÀå¿¡¼­ °É·Á ¹úÀ» ¹ÞÀºÀûÀÌ ÀÖ¾ú´Ù.
 "Selamat siang, anak-anak!" 
¾È³ç ¾Öµé¾Æ.
"Selamat siang, Bu!" 
¾È³çÇϼ¼¿ä
"Sedang apa kalian di sini?"
³ÊÈñ ¿©±â¼­ ¹¹ÇÏ´Ï??
 "Mencari burung, Bu."
»õ¸¦ ã°í ÀÖ¾î¿ä
 "Tidak mencuri mangga lagi?"
¸Á°í¸¦ ÈÉÄ¡´Â°Å ´Ù½Ã ¾Æ´Ï´Ï?
 "Tidak, Bu. Kami telah bertobat!"
¾Æ´Ï¿¡¿©. ¿ì¸®´Â ¹Ý¼ºÇϰí ÀÖ¾î¿ä.
 "Bagus! Nah, kalau kalian sudah bertobat, sekarang keluarkan mangga- mangga itu dari saku celanamu!!"  
ÁÁ¾Æ. ¸¸¾à ³ÊÈñ°¡ ÀÌ¹Ì ¹Ý¼º Çß´Ù¸é Áö±Ý ³ÊÈñ ¹ÙÁö ÁÖ¸Ó´Ï¿¡ ÀÖ´Â ¸Á°íµéÀ» ²¨³¾²¨¾ß.


DI TELEPON UMUM =============== 
Dalam sebuah perjalanan aku teringat harus menelepon rumahku.
¿©ÇàÁß¿¡ ³ª´Â °©Àڱ⠿츮Áý¿¡ ÀüÈ­ ÇØ¾ß µÈ´Ù´Â °ÍÀÌ »ý°¢³µ´Ù.
Tetapi saat itu pulsa telepon selularku habis dan tidak ada wartel yang aku lihat. 
ÇÏÁö¸¸ ±×¶§ ³» ÈÞ´ëÆù Àܾ×ÀÌ ´Ù ¶³¾îÁ³°í ÀüÈ­¹æµµ ãÀ»¼ö ¾ø¾ú´Ù 
Akhirnya aku menemukan sebuah telepon umum yang menggunakan koin, tetapi sayang,
 seorang pria sedang menggunakannya. 
¸¶Ä§³» ³ª´Â µ¿ÀüÀ» »ç¿ëÇÏ´Â °øÁßÀüÈ­¸¦ ¹ß°ßÇÏ¿´´Ù. À¯°¨½º·´°Ôµµ ¾î´À ÇÑ ³²ÀÚ°¡ »ç¿ëÁßÀÌ¿´´Ù.
Jadi aku bediri di belakang orang tersebut dengan sopan, menunggu sampai dia selesai. 
±×·¡¼­ ³ª´Â ±× ³²ÀÚ µÚ¿¡¼­ ±× ³²ÀÚ°¡ ³¡³ª±â¸¦ ¿¹ÀÇ ¹Ù¸£°Ô ¼­¼­ ±â´Ù¸®°í ÀÖ¾ú´Ù
Paling hanya beberapa menit saja. Lima menit berlalu dan pria itu masih saja memakai telepon itu. Dia hanya bediri di sana tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
5ºÐÀÌ Áö³ª°í ³²ÀÚ´Â ¾ÆÁ÷ ÅëÈ­ÁßÀÌ¿´´Ù. ±×´Â ¾Æ¹«¸»µµ ÇÏÁö¾Ê¾Ò´Ù.
 Dua menit lagi berlalu, dia masih saja tidak berbicara. Akhirnya, aku menepuk pundaknya dan mengatakan bahwa aku juga ingin menggunakan telepon itu 2 menit saja. ±×´Â ´ÜÁö ¼­ ÀÖÀ»»Ó ¾Æ¹« ¸»µµ ÇÏÁö ¾Ê¾Ò´Ù
°á±¹¿¡ ³ª´Â ±× »ç¶÷ÀÇ ¾î±ú¸¦ Ä¡¸ç ¸»Çß´Ù "Àúµµ 2ºÐ¸¸ ÀüÈ­ Á» ¾¹½Ã´Ù
"Sabbaarrr," jawabnya, sambil menutup gagang telepon bagian bawah dengan tangannya. "Aku sedang berbicara dengan isteriku."  
ÂüÀ¸¼¼¿ä±×°¡ ¼öÈ­±â¸¦ ¼ÕÀ»·Î µ¤À¸¸ç ´ë´äÇß´Ù...±â´Ù¸®¼¼¿ä Àú Á¦ ¿ÍÀÌÇÁ¶û ÅëÈ­ÁßÀ̰ŵç¿ä






















Make your own free website on Tripod.com